10.36
Pernah Bercita-cita Jadi Jaksa
Posted by Lintas Jakarta Selatan · 0 Comments in this post
Sejak kecil Budi memang sangat mengagumi sosok jaksa, karena dapat menegakkan hukum. Selain mantan Jaksa Agung Ali Said, pengacara senior Adnan Buyung Nasution juga menjadi idolanya. Kedua sosok tersebut menjadi penyemangat dirinya untuk meraih cita-cita di bidang hukum. "Saya memang sangat menyukai dunia hukum. Sosok mereka sangat saya kagumi, karena keduanya sangat kompeten di bidangnya," kenang Budi.
Pria kelahiran Jakarta 21 Februari 1964 ini mengaku untuk meraih cita-citanya menjadi seorang jaksa, ia pun mengambil S1 Hukum di Universitas Jaya Baya pada 1988. Namun setelah menyelesaikan studi S1-nya, ia justru mendapat peluang bekerja di lingkungan Pemprov DKI. Budi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meskipun pekerjaan barunya buka cita-cita masa kecilnya. Bahkan, untuk mendalami pekerjaannya di bidang pemerintahan, Budi tidak setengah-setengah. Ia pun kembali mengasah ilmunya dengan mengambil S2 di Jurusan Administrasi Publik Universitas Indonesia (UI).
"Background saya di bidang hukum pidana. Tapi karena terjun ke pemerintahan, saya ambil S2 untuk lebih total lagi. Dengan begitu, saya punya banyak ilmu pengetahuan," urai ayah dua anak ini kepada beritajakarta.com, Senin (16/8).
Walaupun cita-cita awalnya tidak tercapai, ia tidak menyesal dengan jalan hidupnya. Ia beranggapan orang boleh bercita-cita, namun yang menentukan tetap Tuhan. Meski kini bergelut dengan dunia pemerintahan yang bukanlah cita-cita masa kecilnya, tak membuatnya asal-asalan menjalankan pekerjaan tersebut. Justru dirinya semakin total melakukan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya kepada warga Kecamatan Kebayoranlama, tempat ia mengabdi sebagai camat.
Baginya jabatan adalah amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Karena itu, ia pun bertekad memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang memerlukan pelayanan. Walaupun keinginan menjadi jaksa pupus, Budi tidak akan memaksakan kehendaknya kepada kedua buah hatinya. Karena cita-cita setiap orang berbeda-beda. Sebagai orangtua, ia memberi dukungan sepenuhnya terhadap keinginan anak-anaknya. "Apapun cita-cita mereka, akan saya dukung asalkan positif," tegas Budi.
Budi mulai berkecimpung dalam pemerintahan sejak 1994 silam. Awalnya menjadi staf tata usaha di Bagian Umum hingga tahun 2003. Kemudian menjadi Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Kepala Sub Bagian Kesra Pegawai. Pada 2005-2008, ia menjabat sebagai Lurah Gunung di Kecamatan Kebayoranbaru. Prestasinya kembali meningkat dan menjadi Wakil Camat Kebayoranbaru pada 2008-2009. Baru pada Januari 2009 dirinya dipercaya menjabat sebagai Camat Kebayoranlama.
Kini, Budi menjadi pemimpin bagi sekitar 270 jiwa penduduk di Kecamatan Kebayoranlama. Untuk menjalankan instruksi Walikota Jakarta Selatan tentang penghijauan, dirinya terus berusaha mengajak warga agar menanam pohon dan menjadikan Kebayoranlama hijau royo-royo. Sedikitnya 1.000 pohon ditanam setiap bulan secara merata di enam kelurahan dengan 856 RT dan 77 RW. (bjc)
About this blogger theme
This blogspot theme one of the first templates I have created. This is free, supported and ready for download. If you have any questions feel free to leave your comment on my weblog. Hope you like it. Enjoy!
This blogspot theme one of the first templates I have created. This is free, supported and ready for download. If you have any questions feel free to leave your comment on my weblog. Hope you like it. Enjoy!
No comment yet
Pernah Bercita-cita Jadi Jaksa
Pernah Bercita-cita Jadi Jaksa
Be our Fan
Sponsors
Show Video
Popular Posts
-
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pengamanan Idul Fitri 1431 Hijriah selama 14 hari sejak H-7 hingga H+7 Lebaran, Kepolisian Daerah Met...
-
Pesatnya pertumbuhan aktivitas perdagangan makanan ringan di Blok M membuat Pemerintah Kota Jakarta Selatan berniat menj...
-
Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar bia...
-
Kecelakan lalu lintas sering kali disebabkan kelalaian dari pengemudi. Seperti yang menimpa sebuah mikrolet di depan Volvo arah Pasar Mingg...
-
BERBAGAI kerajinan tangan tertata rapi. Miniatur Monas, baju tradisional Betawi, tas, gantungan kunci, boneka, miniatur ondel-ondel, pin, ...
-
Untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan saat Lebaran nanti, Sudin Kesehatan Jakarta Selatan menyiapkan posko kesehatan yang...
-
Berbagai upaya dilakukan Polda Metro Jaya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas dalam arus mudik Lebaran 2010 ini. Salah satunya deng...
-
Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pas...
-
Licin bagaikan belut merupakan pepatah lama yang ditujukan kepada orang yang sangat licik, tetapi selalu terbebas dari segala tuntu...
-
Keong beracun atau yang biasa disebut keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi...
About Me
Categories
- Artikel (4)
- Kerajinan (1)
- Kuliner (2)
- News (14)
- Pariwisata (2)
- Patroli (4)
- Peluang Usaha (4)
- Pemerintahan (4)
- Tokoh (1)
- Utama (11)
Blog Archive
- ▼ 2010(22)
- ▼ September(22)
- Akhlak Baik Bunga Kehidupan
- “Si Liar” yang Mencerdaskan
- Mahkota Dewa : Tanaman Sehat Penakluk Kanker
- Listrik Dari Blimbing
- Pusat Promosi Kerajinan Butuh Promosi
- Menata Wisata Kuliner di Jakarta Selatan
- Blok M sebagai pusat Kuliner Jakarta
- Jakarta Selatan Targetkan Raup Rp 500 Miliar
- Taman Margasatwa Ragunan
- Pernah Bercita-cita Jadi Jaksa
- Polda Siapkan Bus untuk Angkut Pemudik
- Rumah Makan Soto Kudus Terbakar
- 9 Unjuk Rasa Warnai Jakarta
- Mikrolet Hilang Kendali Renggut Korban Jiwa
- Enam Lokasi Mudik Bareng Disiapkan
- 8.000 Personel Amankan Jakarta 24 Jam
- TMR Siapkan Area Khusus Pembuangan Sampah
- Jaksel Siapkan Posko Kesehatan di 9 Titik
- Keong Racun, dulu Hama Kini Menguntungkan
- Membuka Usaha dengan Modal Kecil, Bisakah?
- Mengeruk Untung dari Licinnya Belut
- Cara Mudah Membuat Kripik Buah dan Sayur
- ▼ September(22)
Add your comment below