11.07
Akhlak Baik Bunga Kehidupan
Posted by Lintas Jakarta Selatan · 0 Comments in this post
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”
Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.
“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan.
cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000
Seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.
Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau “bakal terjadi”, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf. Kita tetap tak ternilai di mata Allah.
Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.
About this blogger theme
This blogspot theme one of the first templates I have created. This is free, supported and ready for download. If you have any questions feel free to leave your comment on my weblog. Hope you like it. Enjoy!
This blogspot theme one of the first templates I have created. This is free, supported and ready for download. If you have any questions feel free to leave your comment on my weblog. Hope you like it. Enjoy!
No comment yet
Akhlak Baik Bunga Kehidupan
Akhlak Baik Bunga Kehidupan
Be our Fan
Sponsors
Show Video
Popular Posts
-
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pengamanan Idul Fitri 1431 Hijriah selama 14 hari sejak H-7 hingga H+7 Lebaran, Kepolisian Daerah Met...
-
Pesatnya pertumbuhan aktivitas perdagangan makanan ringan di Blok M membuat Pemerintah Kota Jakarta Selatan berniat menj...
-
Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar bia...
-
Kecelakan lalu lintas sering kali disebabkan kelalaian dari pengemudi. Seperti yang menimpa sebuah mikrolet di depan Volvo arah Pasar Mingg...
-
BERBAGAI kerajinan tangan tertata rapi. Miniatur Monas, baju tradisional Betawi, tas, gantungan kunci, boneka, miniatur ondel-ondel, pin, ...
-
Untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan saat Lebaran nanti, Sudin Kesehatan Jakarta Selatan menyiapkan posko kesehatan yang...
-
Berbagai upaya dilakukan Polda Metro Jaya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas dalam arus mudik Lebaran 2010 ini. Salah satunya deng...
-
Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pas...
-
Licin bagaikan belut merupakan pepatah lama yang ditujukan kepada orang yang sangat licik, tetapi selalu terbebas dari segala tuntu...
-
Keong beracun atau yang biasa disebut keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi...
About Me
Categories
- Artikel (4)
- Kerajinan (1)
- Kuliner (2)
- News (14)
- Pariwisata (2)
- Patroli (4)
- Peluang Usaha (4)
- Pemerintahan (4)
- Tokoh (1)
- Utama (11)
Blog Archive
- ▼ 2010(22)
- ▼ September(22)
- Akhlak Baik Bunga Kehidupan
- “Si Liar” yang Mencerdaskan
- Mahkota Dewa : Tanaman Sehat Penakluk Kanker
- Listrik Dari Blimbing
- Pusat Promosi Kerajinan Butuh Promosi
- Menata Wisata Kuliner di Jakarta Selatan
- Blok M sebagai pusat Kuliner Jakarta
- Jakarta Selatan Targetkan Raup Rp 500 Miliar
- Taman Margasatwa Ragunan
- Pernah Bercita-cita Jadi Jaksa
- Polda Siapkan Bus untuk Angkut Pemudik
- Rumah Makan Soto Kudus Terbakar
- 9 Unjuk Rasa Warnai Jakarta
- Mikrolet Hilang Kendali Renggut Korban Jiwa
- Enam Lokasi Mudik Bareng Disiapkan
- 8.000 Personel Amankan Jakarta 24 Jam
- TMR Siapkan Area Khusus Pembuangan Sampah
- Jaksel Siapkan Posko Kesehatan di 9 Titik
- Keong Racun, dulu Hama Kini Menguntungkan
- Membuka Usaha dengan Modal Kecil, Bisakah?
- Mengeruk Untung dari Licinnya Belut
- Cara Mudah Membuat Kripik Buah dan Sayur
- ▼ September(22)
Add your comment below